APBD 2012, Target Penerimaan Pajak Meningkat 12 Miliar

APBD 2012, Target Penerimaan Pajak Meningkat 12 Miliar.

SMKN 3 Mataram Dipercaya Rakit Netbook

MATARAM—SMKN 3 Mataram dipercaya salah satu perusahaan suasta dalam pengadaan dan perakitan netbook dan proyektor SMK. Dari 494 netbook yang akan di tribusikan ke sekolah-sekolah di NTB, 162 netbook diantaranya dirakit siswa SMKN 3 Mataram.
Kepala SMKN 3 Mataram Umar mengungkapkan, sebelum terpilih dalam pengadaan dan perakitan netbook ini, terlebih dulu dilakukan verifikasi dari direktorat. Selanjutnya, sekolah ini di survei untuk mengetahui kelayakan sekolah ini menerima proyek tersebut. ‘’Untuk wilayah NTB, hanya SMKN 3 Mataram dan SMKN 1 Sumbawa Besar yang mendapatkan proyek pengadaan dan perakitan ini,’’ ungkap Umar.
Rencananya jelas Umar, hasilnya perakitan ini akan di distribusikan pada pertengahan desember ini. Sekolah yang menerima disesuaikan jumlah siswa.
Setiap sekolah yang jumlah siswanya kurang dari 200 sambung Umar, biasanya diberikan dua atau tiga unit netbook. Sedangkan sekolah yang jumlah siswanya lebih dari 200, biasanya akan mendapatkan lebih dari 10 unit netbook.
Dijelaskan Umar, untuk 162 unit netbook yang dirakit siswa SMKN 3 Mataram akan didistribusikan saat mahasiswa Universitas Mataram mengikuti kuliah kerja nyata (KKN). Nantinya, mahasiswa KKN inilah yang akan mendistribusikan sekaligus mengajarkan bagaimana teknik ilmu komputer dan pengenalan computer bagi siswa. Bukan hanya mahasiswa KKN saja yang akan dikasih kesempatan seperti ini. Alumni Unram juga akan diberikan kesempatan yang sama melalui proses perekrutan yang dilakukan Unram. ‘’Nantinya, mahasiswa maupun alumni Unram ini akan menjadi guru teknik ilmu computer (TIK),’’ tandasnya. (cr-jay)

Disparbud Siap Gelar Perang Topat

GIRI MENANG—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lombok Barat (Lobar) 10 Desember mendatang akan menggelar perang topat. Ritual tahunan yang dilaksanakan di Pura Lingsar ini dijadwalkan akan dimulai pukul 16.00 wita setelah sebelumnya didahului dengan kegiatan sembahyang.
Kepala Disparbud Lobar, H Rumindah, mengatakan, di even yang bertajuk The Celebration of Perang Topat, ada dua skim yang akan ditonjolkan yakni ritual keagamaan perpaduan Hindu dan Islam serta seremonial. Khusus seremonial akan ditangani langsung pihaknya.
‘’Mewakili masyarakat dan panitia, kami berharap bapak bupati beserta rombongan bisa hadir untuk membuka dan meresmikan acara ini,’’ kata Rumindah.
Adakah yang berbeda dengan perayaan lebaran topat sebelumnya? Rumindah menjawab pada prinsipnya sama. Lebaran topat selain merupakan acara keagamaan juga even budaya. Sebagai promosi, sejumlah leaflet telah mereka sebar ke para tamu hotel. Diyakini, wisatawan asing maupun nusantara sangat menyukai even budaya semacam ini.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lobar ini memastikan, PAD (pendapatan asli daerah) yang disumbangkan disparbud tahun ini tercacat paling tinggi dibanding SKPD lain di Lobar. Per Oktober mereka telah mencapai target mencapai 91,4 persen dengan tingkat kunjungan sebesar 229.839 orang dari jumlah 250 ribu yang telah ditetapkan.
‘’Tahun lalu kami secara keseluruhan hanya mampu memenuhi target 92 persen. Sekarang kami optimis target itu terpenuhi bahkan terlampaui,’’ tandasnya. (ida)

Teras jadi Ruang Kelas

GIRI MENANG—Kondisi SDN 1 Kediri Lombok Barat (Lobar) memprihatinkan. Sekolah berusia tua di Kediri ini terpaksa menyulap teras menjadi beberapa ruang kelas darurat lantaran kekurangan ruangan. Terlebih, beberapa bangunan dan atap yang telah berumur terancam ambruk.
H Zulkifli, kepala sekolah tersebut mengatakan, dengan jumlah siswa 481 orang, mereka memiliki 14 rombongan belajar (rombel). Namun saat ini hanya ada 10 ruang kelas dari kebutuhan idealnya sebanyak 15 buah. Dengan bantuan satu kelas darurat, masing-masing kelas terpaksa harus diisi 40-45 siswa. ‘’Kelas darurat ini kami gunakan untuk siswa kelas 1-2,’’ kata Zulkifli, kemarin.
Sekolah ini harus menerapkan dua shift dengan membagi siswa masuk pagi dan siang. “Kami sangat mengharapkan bantuan untuk penambahan ruang kelas baru,” imbuhnya.
Berbeda dari keinginan pihak sekolah, dinas terkait baru memberikan bantuan rehab terhadap tiga ruang kelas yang ada. Padahal tujuh ruang kelas lainnya juga butuh renovasi karena kondisi fisiknya sudah rusak parah. ‘’Bangunan kelas sudah dibangun dari tahun 70-an. Kalaupun direnovasi sudah lama sekali,” katanya.
Kondisi yang dialami sekolah saat ini, lanjut Zulkifli, tentunya butuh perhatian. Terlebih sekolah yang berada di jantung kota santri Kediri ini tergolong sekolah favorit dengan prestasi siswanya, baik akademis maupun ekstrakulikuler.
Pihak sekolah sudah mengajukan permohonan bantuan kepada Dikpora Lobar. Namun baru bantuan renovasi yang sekolah terima, sementara ruang kelas belum ada kejelasan. Ia menduga, pergantian pucuk pimpinan di Dikpora membuat permohonan bantuan yang disampaikannya belum kunjung direspons. ‘’Gara-gara ada mutasi pejabat jadi terlupakan padahal dulu kami dijanjikan dua ruang kelas baru tapi dikasihnya malah rehab fisik,” ujarnya. (ida)

MATEMATIKA DAN CARA MENGAJARKANNYA

Jika merunut catatan sejarah, Matematika telah lahir sejak 3000 SM yaitu pada saat Bangsa Mesir Kuno dan Babilonia mulai menggunakan aritmetika, aljabar, dan geometri untuk keperluan astronomi, bangunan dan konstruksi, perpajakan dan urusan keuangan lainnya. Sistematisasi matematika menjadi suatu ilmu, baru terjadi pada zaman Yunani Kuno yakni antara tahun 600 dan 300 SM. Sejak saat itu matematika mulai berkembang luas, interaksi matematika dengan bidang lain seperti sains dan teknologi semakin nampak. Kini, matematika telah menjadi alat penting dalam berbagai hal. Hampir setiap bidang ilmu dan teknologi memakai matematika. Dalam realita yang demikian, penguasaan terhadap matematika menjadi syarat perlu agar dapat mempertahankan eksistensi di era perkembangan ilmu dan teknologi sekarang ini.

Pembelajaran matematika secara formal umumnya diawali di bangku sekolah. Sementara itu, matematika di sekolah masih menjadi pelajaran yang menakutkan bagi para siswa. Di antara berbagai faktor yang memicu hal ini adalah proses pembelajaran yang kurang asyik dan menarik. Model pembelajaran yang sering di temui pada pembelajaran matematika adalah proses pembelajaran bercorak “teacher centered”, yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru. Sehingga guru menjadi pemeran utama dan kehadirannya menjadi sangat menentukan. Pembelajaran menjadi tak dapat dilakukan tanpa kehadiran guru. Siswa cenderung pasif dan tidak berperan selama proses pembelajaran. Sehingga proses yang muncul adalah “take and give”. Dalam merangkai pembelajaran, guru pada umumnya terbiasa dengan model standar, yakni pembelajaran yang bermula dari rumus, menghapalnya, kemudian diterapkan dalam contoh soal.

Model pembelajaran yang demikian tidak memberi ruang bagi siswa untuk melakukan observasi (mengamati), eksplorasi (menggali), inkuiri (menyelidiki), dan aktivitas-aktivitas lain yang memungkinkan mereka terlibat dan memahami permasalahan yang sesungguhnya. Model seperti ini yang mengakibatkan matematika bak kumpulan rumus yang menyeramkan, sulit dipelajari, dan nampak abstrak.

Bagaimana Sebaiknya Matematika Diajarkan?

Matematika adalah ilmu realitas, dalam artian ilmu yang bermula dari kehidupan nyata. Selayaknya pembelajarannya dimulai dari sesuatu yang nyata, dari ilustrasi yang dekat dan mampu dijangkau siswa, dan kemudian disederhanakan dalam formulasi matematis. Mengajarkan matematika bukan sekedar menyampaikan aturan-aturan, definisi-definisi, ataupun rumus-rumus yang sudah jadi. Konsep matematika seharusnya disampaikan bermula pada kondisi atau permasalahan nyata. Berikut tahapan pengajaran yang dapat dilakukan:

Siswa dibawa untuk mengamati dan memahami persoalan terlebih dahulu. Selanjutnya perkenalkan beberapa definisi penting yang harus dipahami agar siswa memiliki bekal untuk memahami fenomena-fenomena yang mereka temukan di lapangan.
Ajak siswa untuk melakukan eksplorasi, mencoba-coba, dan biarkan mereka melihat apa yang terjadi. Di sini akan ada proses memunculkan ide-ide kreatif yang boleh jadi diluar dugaan guru. Di sinilah ruang kreatifitas terbentuk. Siswa akan lebih menikmati proses pembelajaran yang dilakukan.
Biarkan siswa membuat hipotesis/dugaan atas apa yang mereka lakukan.
Guru bersama siswa membahas kegiatan yang dilakukan. Berikan kesempatan pada para siswa untuk mempresentasikan hasil pengamatan mereka. Kemudian baru dilakukan proses verifikasi, meluruskan apa yang sudah dilakukan sehingga muncul formula atau rumus atau model yang dapat dijadikan rujukan ketika siswa menemukan persoalan serupa.
Satu hal yang juga tidak kalah penting adalah proses mengapresiasi. Seandainya hipotesis yang diambil oleh siswa ternyata kurang tepat maka guru hendaknya tetap memberi apresiasi. Dengan seperti itu, maka siswa akan tetap terpacu motivasinya.

Sebagai contoh dalam pembelajaran mengenai perbandingan trigonometri . Pembelajaran trigonometri sering kali ditakuti karena yang nampak ke permukaan adalah simbol-simbol dan rumus-rumus yang abstrak. Adapun maknanya jarang diangkat dan dipahamkan kepada para siswa. Perbandingan trigonometri sesungguhnya berawal dari persoalan nyata. Berikut salah satu alternatif pengajaran yang dapat dilakukan:

Guru terlebih dahulu menjelaskan definisi-definisi penting sebagai bekal bagi mereka untuk melakukan observasi dilapangan.
Selanjutnya minta para siswa untuk mengukur tinggi benda-benda seperti tiang bendera, pohon, bangunan kelas, dan lain-lain. Biarkan mereka berekslporasi menemukan caranya sendiri. Dari sisni tentu akan ada beragam cara yang diusulkan siswa agar dapat mengukur tinggi benda-benda tersebut. Dalam hal ini guru bertugas mengakomodir berbagai respon yang muncul, membimbing, dan mencoba mengarahkan para siswa agar tidak terlalu keluar dari wilayah yang dijadikan tujuan.
Berikutnya guru dapat mengarahkan siswa untuk menerapkan perbandingan trigonometri dalam permasalahan tersebut. Misalnya akan diukur tinggi pohon P. Minta salah seorang siswa, katakanlah siswa A, berdiri dalam jarak tertentu terhadap benda yang ingin diukur ketinggiannya. Misalkan jaraknya x meter. Dengan bantuan klinometer dapat diketahui besarnya sudut yang dibentuk oleh siswa A dengan pohon P, katakanlah sudut yang dibentuk adalah ?. Dengan menggunakan aturan tangent, dengan mudah akan diperoleh tinggi pohon P. yakni:
Tinggi pohon P = x tan(?)

Ajak siswa membandingkan efektifitas dan tingkat kemudahan berbagai macam cara yang diperoleh melalui kegiatan tersebut. Dari sini akan diperoleh gambaran bahwa matematika khususnya perbandingan trigonometri dapat mempermudah menyelesaikan permasalahan yang ada.
Kegiatan pembelajaran dapat diakhiri dengan meminta siswa menuliskan rangkaian kegiatan yang dilakukan hingga hasil akhir yang dicapai. Dengan ini, kemungkinan besar siswa dapat lebih memahami konsep perbandingan trigonometri.

Proses pembelajaran seperti ini, jika terus dilakukan dan dikembangkan dalam berbagai topik pembelajaran matematika , dimungkinkan akan menciptakan pembelajaran matematika yang lebih asyik dan menarik, sekaligus mengikis pencitraan buruk dan menakutkan yang melekat padanya.

Written By : Euis Asriani, M.Si
Dosen D3 Perikanan UBB

Idul Fitri




Demostran Anti-Mubarak Serukan “Friday of Departure”

Cyber Sabili-Cairo. Setelah menyaksikan pernyataan Presiden Hosni Mubarak melalui siaran televisi, para demonstran langsung melakukan konsolidasi dan menyerukan, pada Jumat (4/2/2011) sebagai “Friday of Departure” (Jumat Keberangkatan) untuk Mubarak.

Para demonstran juga mengumumkan bahwa mereka akan kembali berkumpul di Istana Presiden pada Jumat sore untuk mengantarkan keberangkatan sang diktator keluar dari Mesir.

Selain itu, bentrokan antara para demonstran dengan aparat pemerintah dan kelompok pro Mubarak terus berlanjut di kota Mediterania, Alexandria. Aparat keamanan melepaskan tembakan untuk mengatasi kerusuhan tersebut.

Koresponden Al-Jazeera melaporkan, di Kota Mahatit Masr Square antara dua kelompok saling baku hantam dengan melemparkan batu. Sementara, aparat keamanan menyalakan senjata otomatisnya untuk melerai mereka.

Sejumlah kendaraan lapis baja dan tank juga dikerahkan untuk meredakan amuk massa oleh aparat keamanan. Belum diketaui adanya korban jiwa atau tidak.

Bentrokan ini dipicu oleh pidato Mubarak yang menurut para demonstran tidak akan membuat Mesir menjadi lebih baik. Karena itu, para demonstran yang terkonsentrasi di Tahrir Square kembali menyerukan perlawanan pada rezim Mubarak.

“Tinggalkan Mubarak. Turunkan Mubarak. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Kamis dan Jumat,” seru mereka.

Apalagi, pada pidatonya itu, Mubarak sempat menyebutkan bahwa “orang-orang muda” memiliki hak untuk demontrasi damai di Mesir. “Sayangnya para pengunjuk rasa itu telah ‘dimanfaatkan’ oleh orang atau kelompok yang mencoba merongrong pemerintah,” tegas Mubarak.

Karuan saja, pernyataan itu membuat berang para demonstran. Kita tunggu, apa yang terjadi pada Jumat mendatang? (Press TV/Al-Jazeerah /Dwi).

Jika Mubarak Tumbang, Israel Salahkan Obama

Cyber Sabili-Telaviv. Jika Presiden Mesir Hosni Mubarak tumbang dari kekuasaannya, Israel akan kehilangan salah satu dari sedikit kawannya di kawasan yang memusuhinya.
Karena itu, Presiden AS Barack Obama akan dianggap sebagai biang keladi dari semua itu, demikian sejumlah tokoh di Israel menyebutkan, Selasa (1/2/2011).

Para pengamat politik mengekspresikan keterkejutannya atas bagaimanan AS dan juga sekutu utamanya Uni Eropa, mencampakkan sekutu strategis mereka selama tiga dekade terakhir, hanya demi berkompromi dengan keyakinan ideologis yang tengah mereka yakin benar.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah memerintahkan para menterinya untuk tidak mengomentari keadaan di Mesir agar tidak menyulut sentimen anti Israel di negeri piramid itu.

Tapi Presiden Israel Shimon Peres jelas bukan bawahan Netanyahu sehingga dia bebas berkata apa saja. “Kita selalu dan akan selalu menghormati sekali Presiden Mubarak,” katanya.

Peres menambahkan, “Saya tidak menyebut segala apa yang dilakukannya baik, namun dia melakukan sesuatu yang membuat kita semua harus berterimakasih kepadanya, (yaitu) menciptakan perdamaian di Timur Tengah.”

Para kolumnis suratkabar Israel bahkan lebih terang-terangan. Aviad Pohoryles dari harian Maariv menyampaikan kritik dalam artikelnya berjudul “A Bullet in the Back from Uncle Sam” (Tikaman dari Paman Sam).

Pohoryles menuduh Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menerapkan diplomasi yang naif, tinggi hati, dan picik yang tak mengindahkan risiko-risiko yang bakal timbul.

“Siapa sih yang menasihati mereka (para demonstran Mesir) untuk menyulut gerombolan marah di jalan-jalan Mesir dan menuntut kepala dari orang yang lima menit lalu adalah sekutu utama presiden (Obama), seseorang yang hampir menjadi satu-satunya paling waras di Timur Tengah?”

Pohoryles melanjutkan, “Diplomasi benar secara politik yang dianut para presiden Amerika selama bergenerasi-generasi…benar-benar naif.”
Tentu saja yang disasar Pohoryles adalah Presiden Barack Obama.

Hari Minggu lalu, Obama menyerukan sebuah transisi demokrasi yang tertib di Mesir dan permintaan kepada Mubarak untuk mundur. Namun itu semua hanya mengisyaratkan hari-hari terakhir Mubarak semakin dekat.

Netanyahu telah menginstruksikan para duta besar Israel di sejumlah ibukota-ibukota negara kunci di dunia untuk meyakinkan pemerintah-pemerintah setempat bahwa stabilitas di Mesir itu penting, kata sejumlah sumber.

Mesir yang adalah tetangga paling kuat Israel, adalah negara Arab pertama yang menyepakati perdamaian dengan Israel pada 1979. Presiden Mesir Anwar Sadat, yang menandatangani perjanjian damai itu, dibunuh dua tahun kemudian oleh seorang Mesir fanatik.

13 tahun kemudian Raja Hussein dari Yordania menyepakati perdamaian dengan Israel. Perjanjian itu ditandatangani oleh Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin, yang setahun kemudian pada 1995 dibunuh oleh seorang Israel fanatik.

Sejak itu tidak pernah ada lagi perjanjian damai yang disepakati Israel dengan negara-negara Arab lainnya. Lebanon dan Suriah secara teknis masih terlibat perang dengan Israel. Sementara rezim-rezim konservatif di Teluk Arab gagal memajukan ide-ide perdamaian mereka.

Di sisi lain, Iran yang bermusuhan dengan Israel, dengan cepat meningkat pengaruhnya dalam konflik Timur Tengah. “Pertanyaannya adalah apakah kita bisa menilai Obama mampu atau tidak?” kata seorang pejabat Israel yang menolak menyebutkan namanya. “Untuk sementara dia tidak terlihat mampu. Itu adalah pertanyaan yang menggelayuti kawasan ini, bukan hanya Israel.”

Menulis di suratkabar Haaretz, Ari Shavit mengatakan Obama telah mengkhianati “seorang presiden Mesir yang moderat yang tetap loyal kepada Amerika Serikat dan telah memajukan stabilitas dan menguatkan pelembutan”.

Israel meratap, demi memenangkan opini Arab. Obama telah mempertaruhkan status Amerika sebagai negara adidaya dan sekutu yang bisa dipercaya.

“Di seluruh pelosok Asia, Afrika dan Amerika Selatan, para pemimpin kini mencermati apa yang akan terjadi antara Washington dan Cairo. Semua orang mengirim pesan: “Kata-kata Amerika tak lagi berarti. Amerika telah kehilangan kata,” ratap Ari Shavit, mengekspresikan kekesalan kebanyakan orang Israel terhadap sikap Obama terhadap Mubarak. (Reuters/Antaraq/Dwi)

Jika Mubarak Jatuh, Israel Bakal Membom Iran

Cyber Sabili-Kairo. Mantan Duta Besar AS untuk PBB John Bolton mengatakan, jika Presiden Mesir Hosni Mubarak terpental dari kekuasaan, maka itu akan mempercepat serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.

Elemen Ikhwanul Muslimin dalam gerakan unjuk rasa jutaan orang di Mesir ini, sangat dikhawatirkan oleh AS, sekutunya di Barat dan Israel, kata John Bolton pada program FOX News.

“Apakah menurut Anda Israel harus melakukan serangan?” tanya presenter FOX News, Sean Hannity, kepada John Bolton yang orang Republik pada sebuah program radio, Senin atau Selasa WIB dini hari.

“Seperti Anda tuduhkan, Mohammad El Baradei bekerja secara terselubung untuk Iran selama bertahun-tahun ketika dia di IAEA (badan energi atom internasional). Saya kira Israel tidak perlu menunggu lebih lama lagi, mereka harus beraksi dalam masa yang sangat dekat ini,” sambung Hannity.

“Saya kira itu benar. Saya tidak menganggap masih ada banyak waktu untuk menyerang Iran. Dan saya pikir kejatuhan pemerintahan Mesir yang mematuhi kesepakatan perdamaian hampi pasti mempercepat jangka waktu serangan terhadap fasilitas nuklir Iran,” jawab Bolton.

Bolton mengatakan, masalahnya bukan terletak pada demokrasi ala Thomas Jefferson versus rezim Mubarak, tetapi antara Ikhwanul Muslimin dengan rezim Mubarak. “Dan itu memiliki implikasi yang serius terhadap AS, Israel, dan sekutu-sekutu kita yang lain di kawasan itu.”

Bolton dipromosikan menjadi dubes AS untuk PBB oleh Presiden George W Bush pada 2005 setelah ditentang habis-habisan oleh kubu Demokrat. Dia kemudian mengundurkan diri pada Desember 2006 setelah Senat menolak menyetujui pengangkatannya.

Bolton yang merupakan tokoh neokonservatif memiliki catatan panjang sebagai orang yang paling getol menentang gerakan-gerakan Islam berkuasa di Timur Tengah, termasuk Mesir. (Fox News/Antara/Dwi)

Mubarak Belum Menyerah

Cyber Sabili–Kairo. Menanggapi tuntutan para demonstran yang menyemut hingga 8 juta orang, Presiden Mesir Hosni Mubarak Rabu dini hari (2/2/2011) berjanji tidak akan meninggalkan Mesir dan menuduh oposisi berada di balik semua kejadian terakhir.

“Ini adalah negara saya. Ini adalah tempat tinggal saya. Selama ini saya telah berjuang membela tanah air, kedaulan, dan kepentingan Mesir. Karenanya saya akan mati di tanah ini,” kata Mubarak yang disiarkan televisi setempat dan di-relay Press TV Rabu dini hari.

Pada pidatonya itu, Mubarak juga menuduh oposisi melancarkan agenda rahasia dengan mengatur pelaksanaan unjuk rasa di seluruh Mesir.

Meski demikian, Mubarak berjanji tidak akan mencalonkan diri untuk masa kepresidenan berikutnya pada Pemilu Presiden yang dijadwalkan September 2011 mendatang. “Tapi saya akan akan tetap melanjutkan sisa kepemimpinan ini untuk memulihkan keamanan dan stabilitas nasional,” tandasnya.

Untuk itu, Mubarak mengimbau parlemen dan pihak-pihak terkait termasuk kelompok-kelompok politik untuk membahas situasi di dalam negeri yang sedang bergejolak yang menurutnya dimanipulasi oleh tekanan-tekanan politik di dalam negeri.

Rezim yang telah berkuasa selama 30 tahun itu juga minta parlemen untuk melakukan reformasi dan mengubah (amandemen) undang-undang dasar, terutama untuk mengatur pembatasan masa jabatan presiden.

Selanjutnya, Mubarak memerintahkan pada aparat keamanan termasuk polisi untuk memulihkan dan menjamin keamanan dalam negeri tanpa kekerasan, menghormati hak azasi, martabat manusia, serta melindungi masyarakat dengan mematuhi aturan yang berlaku di Mesir. (Press TV/Al Jazeerah/Dwi)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.