TGH.Nizar AL-Kadiri
081803616189
NDP (Nilai Dasar Perjuangan) Merupakan suatu konsep yang ditelurkan oleh Nurcholis Madjid yang bisa disapa Cak Nur. NDP bermula ketika Cak Nur melihat berbagai ormas yang ada masing-masing mempunyai dasar tersendiri dalam pergerakannya, contoh saja NU dengan ASWAJA-nya dan atau organisasi lainnya. dari sini kemudian beliau berfikir untuk agar supaya HMI sama dengan organisasi lainnya. HMI harus punya dasar dan landasan dalam perjuangannya, maka sejak itu beliau mulai merumuskan apa yang dinamakannya NDP.
Ditengah perjalanan perumusannya, NDP ini belum lagi sempurna, Cak Nur sudah harus berangkat ke chikago untuk melanjutkan studinya karena belaiau mendapatkan beasiswanya. dalam pada itu, maka perumusan NDP ini hampir saja ter henti karenanya, tapi ternyata tidak, beliau membawa ikut serta pemikiran NDP ini saat harus melanjutkan study ke chikago ini.
Disaat meneruskan pekerjaannya itu, beliau melihat suatu kebiasaan dan adat yang ada dibarat, beliau mendapati adat dan kebiasaan orang barat itu yang tertib misalnya saja kalau harus ngantri,kemudian jalan yang bersih.beliau mengingat tuntunan hidup iislam dan sepertinya beliau mendapati kehidupan itu disana, namun yang disayangkan adalah mereka tidak beriman. Prilakunya sesuai tuntunan islam, tapi mereka tidak beriman, katanya dalam hati.
Selesai dari chikago, beliau ke negeri islam, namun yang beliau lihat justru bertentangan. disana timbul sekte-sekte ean pengelompokan menurut alirannya (padahal sama sama islam). apa yang terjadi? gumamnya.
Sesampainya di indonesia, beliau mencoba mengulang ingatan bagaimana pengalamanya dulu sewaktu melanjutkan studi, hingga akhirnya beliau mengkombinasikan apa yang didapat dari dua pengalaman tersebut untuk dijadikan satu dalam NDP sehingga lahirlah Kata PLURALISME daalam benaknya, ini tercermin ketika belaiau mengatakan “Islam Yes, Patrai islam No”‘ namun Pluralisme yang beliau dengung-dengungkan bukanlah seperti apa yang didapatinya dibarat.
Hasil rumusan ini kemudian disempurnakan lagi dan di tetaplkan pada kongres ke IX di malang sebagai dasar dan landasan bagi pergerakan dan perjuangan kader HMI. namu ditengan suasana politik indonesia waktu itu, dimana pada saat itu mas Orde Baru, diberlakuakan Penerapan Azas Tunggal. imbas kebikjakan ini membuat HMI yang tadinya berazazkan Islam harus mengikut kepada peraturan pemerintah menjadi beridiologikan pancasila. Nagi Cak Nur dan kaderHMI pada kongres berikutnya, tidak hanya merubah Azas atau Idiologi perjuangan HMI, tapi juga menetapkan untuk merubah NDP menjadi NIK (Nilai Identitas Kader). entah karena pa, tindakan ini dilakukan juga. mungkin kader HMI tidak ingin NDP ini dikotori. makanya, setelah Pintu Reformasi dibuka, dan kebebasan berorganisasi pun kembali terkuak, HMI kembali pada Azas dan idiologi Islam dan NIK pun di kembalikan menjadi NDP sebagaimana pada awalnya.
Jadi, seolah NDP mempunyai tempat tersendiri dihati yang menyatu dengan aliran darah kader HMI.
Disaat meneruskan pekerjaannya itu, beliau melihat suatu kebiasaan dan adat yang ada dibarat, beliau mendapati adat dan kebiasaan orang barat itu yang tertib misalnya saja kalau harus ngantri,kemudian jalan yang bersih.beliau mengingat tuntunan hidup iislam dan sepertinya beliau mendapati kehidupan itu disana, namun yang disayangkan adalah mereka tidak beriman. Prilakunya sesuai tuntunan islam, tapi mereka tidak beriman, katanya dalam hati.
Selesai dari chikago, beliau ke negeri islam, namun yang beliau lihat justru bertentangan. disana timbul sekte-sekte ean pengelompokan menurut alirannya (padahal sama sama islam). apa yang terjadi? gumamnya.
Sesampainya di indonesia, beliau mencoba mengulang ingatan bagaimana pengalamanya dulu sewaktu melanjutkan studi, hingga akhirnya beliau mengkombinasikan apa yang didapat dari dua pengalaman tersebut untuk dijadikan satu dalam NDP sehingga lahirlah Kata PLURALISME daalam benaknya, ini tercermin ketika belaiau mengatakan “Islam Yes, Patrai islam No”‘ namun Pluralisme yang beliau dengung-dengungkan bukanlah seperti apa yang didapatinya dibarat.
Hasil rumusan ini kemudian disempurnakan lagi dan di tetaplkan pada kongres ke IX di malang sebagai dasar dan landasan bagi pergerakan dan perjuangan kader HMI. namu ditengan suasana politik indonesia waktu itu, dimana pada saat itu mas Orde Baru, diberlakuakan Penerapan Azas Tunggal. imbas kebikjakan ini membuat HMI yang tadinya berazazkan Islam harus mengikut kepada peraturan pemerintah menjadi beridiologikan pancasila. Nagi Cak Nur dan kaderHMI pada kongres berikutnya, tidak hanya merubah Azas atau Idiologi perjuangan HMI, tapi juga menetapkan untuk merubah NDP menjadi NIK (Nilai Identitas Kader). entah karena pa, tindakan ini dilakukan juga. mungkin kader HMI tidak ingin NDP ini dikotori. makanya, setelah Pintu Reformasi dibuka, dan kebebasan berorganisasi pun kembali terkuak, HMI kembali pada Azas dan idiologi Islam dan NIK pun di kembalikan menjadi NDP sebagaimana pada awalnya.
Jadi, seolah NDP mempunyai tempat tersendiri dihati yang menyatu dengan aliran darah kader HMI.
DIarsipkan di bawah: Ke-HMI-an
