Cyber Sabili-Cairo. Setelah menyaksikan pernyataan Presiden Hosni Mubarak melalui siaran televisi, para demonstran langsung melakukan konsolidasi dan menyerukan, pada Jumat (4/2/2011) sebagai “Friday of Departure” (Jumat Keberangkatan) untuk Mubarak.

Para demonstran juga mengumumkan bahwa mereka akan kembali berkumpul di Istana Presiden pada Jumat sore untuk mengantarkan keberangkatan sang diktator keluar dari Mesir.
Selain itu, bentrokan antara para demonstran dengan aparat pemerintah dan kelompok pro Mubarak terus berlanjut di kota Mediterania, Alexandria. Aparat keamanan melepaskan tembakan untuk mengatasi kerusuhan tersebut.
Koresponden Al-Jazeera melaporkan, di Kota Mahatit Masr Square antara dua kelompok saling baku hantam dengan melemparkan batu. Sementara, aparat keamanan menyalakan senjata otomatisnya untuk melerai mereka.
Sejumlah kendaraan lapis baja dan tank juga dikerahkan untuk meredakan amuk massa oleh aparat keamanan. Belum diketaui adanya korban jiwa atau tidak.
Bentrokan ini dipicu oleh pidato Mubarak yang menurut para demonstran tidak akan membuat Mesir menjadi lebih baik. Karena itu, para demonstran yang terkonsentrasi di Tahrir Square kembali menyerukan perlawanan pada rezim Mubarak.
“Tinggalkan Mubarak. Turunkan Mubarak. Kami tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Kamis dan Jumat,” seru mereka.
Apalagi, pada pidatonya itu, Mubarak sempat menyebutkan bahwa “orang-orang muda” memiliki hak untuk demontrasi damai di Mesir. “Sayangnya para pengunjuk rasa itu telah ‘dimanfaatkan’ oleh orang atau kelompok yang mencoba merongrong pemerintah,” tegas Mubarak.
Karuan saja, pernyataan itu membuat berang para demonstran. Kita tunggu, apa yang terjadi pada Jumat mendatang? (Press TV/Al-Jazeerah /Dwi).
Filed under: diktator