Cyber Sabili–Kairo. Menanggapi tuntutan para demonstran yang menyemut hingga 8 juta orang, Presiden Mesir Hosni Mubarak Rabu dini hari (2/2/2011) berjanji tidak akan meninggalkan Mesir dan menuduh oposisi berada di balik semua kejadian terakhir.

“Ini adalah negara saya. Ini adalah tempat tinggal saya. Selama ini saya telah berjuang membela tanah air, kedaulan, dan kepentingan Mesir. Karenanya saya akan mati di tanah ini,” kata Mubarak yang disiarkan televisi setempat dan di-relay Press TV Rabu dini hari.
Pada pidatonya itu, Mubarak juga menuduh oposisi melancarkan agenda rahasia dengan mengatur pelaksanaan unjuk rasa di seluruh Mesir.
Meski demikian, Mubarak berjanji tidak akan mencalonkan diri untuk masa kepresidenan berikutnya pada Pemilu Presiden yang dijadwalkan September 2011 mendatang. “Tapi saya akan akan tetap melanjutkan sisa kepemimpinan ini untuk memulihkan keamanan dan stabilitas nasional,” tandasnya.
Untuk itu, Mubarak mengimbau parlemen dan pihak-pihak terkait termasuk kelompok-kelompok politik untuk membahas situasi di dalam negeri yang sedang bergejolak yang menurutnya dimanipulasi oleh tekanan-tekanan politik di dalam negeri.
Rezim yang telah berkuasa selama 30 tahun itu juga minta parlemen untuk melakukan reformasi dan mengubah (amandemen) undang-undang dasar, terutama untuk mengatur pembatasan masa jabatan presiden.
Selanjutnya, Mubarak memerintahkan pada aparat keamanan termasuk polisi untuk memulihkan dan menjamin keamanan dalam negeri tanpa kekerasan, menghormati hak azasi, martabat manusia, serta melindungi masyarakat dengan mematuhi aturan yang berlaku di Mesir. (Press TV/Al Jazeerah/Dwi)
Filed under: diktator