GIRI MENANG—Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lombok Barat (Lobar) 10 Desember mendatang akan menggelar perang topat. Ritual tahunan yang dilaksanakan di Pura Lingsar ini dijadwalkan akan dimulai pukul 16.00 wita setelah sebelumnya didahului dengan kegiatan sembahyang.
Kepala Disparbud Lobar, H Rumindah, mengatakan, di even yang bertajuk The Celebration of Perang Topat, ada dua skim yang akan ditonjolkan yakni ritual keagamaan perpaduan Hindu dan Islam serta seremonial. Khusus seremonial akan ditangani langsung pihaknya.
‘’Mewakili masyarakat dan panitia, kami berharap bapak bupati beserta rombongan bisa hadir untuk membuka dan meresmikan acara ini,’’ kata Rumindah.
Adakah yang berbeda dengan perayaan lebaran topat sebelumnya? Rumindah menjawab pada prinsipnya sama. Lebaran topat selain merupakan acara keagamaan juga even budaya. Sebagai promosi, sejumlah leaflet telah mereka sebar ke para tamu hotel. Diyakini, wisatawan asing maupun nusantara sangat menyukai even budaya semacam ini.
Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Lobar ini memastikan, PAD (pendapatan asli daerah) yang disumbangkan disparbud tahun ini tercacat paling tinggi dibanding SKPD lain di Lobar. Per Oktober mereka telah mencapai target mencapai 91,4 persen dengan tingkat kunjungan sebesar 229.839 orang dari jumlah 250 ribu yang telah ditetapkan.
‘’Tahun lalu kami secara keseluruhan hanya mampu memenuhi target 92 persen. Sekarang kami optimis target itu terpenuhi bahkan terlampaui,’’ tandasnya. (ida)
Filed under: Budaya