Mark Textor Minta Maaf

Ahli strategi dan konsultan polling, Partai Liberal, Mark Textor meminta maaf atas pernyataan rasial di akun Twitter-nya kemarin (20/11/2013), yang mengkritik respon Indonesia atas terungkapnya penyadapan Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia.

Textor membantah spekulasi kalau kicauannya itu merujuk kepada Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa.

“Saya tidak merujuk kepada sosok tertentu tapi jika anda membayangkan seseorang karena kicauan saya itu, saya tidak keberatan,” katanya kepada ABC.

Tapi belakangan dalam wawancara dengan ABC, Textor menyampaikan permintaan maafnya di situs media sosial.

“Saya minta maaf kepada sahabat saya di Indonesia – Saya frustasi karena sedang di bawah tekanan media. Twitter memang bukan tempat untuk diplomasi,”— Mark Textor (@markatextor) November 21, 2013.

PM Tony Abbott menggambarkan komentar rasial Textor sebagai sesuatu yang “norak”.

“Pernyataan Textor itu norak dan sudah dihapus dan dia juga sudah meminta maaf,” jawab Abbot. 1461819_10151780814647616_424407731_n

Aisha Roberson: Islam Bukan Milik Bangsa Arab

1479018_637323206311479_2080842672_n
Musim panas tahun 1991, Aisha Roberson menemukan ajaran Kristen di dalam Alquran. Ini dilakukannya selama dua tahun, sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi Muslim. Alhamdulillah. “Aku menemukan kebenaran dalam Alquran. Aku baca surat Al-Maidah ayat 82-85. Ini menguatkan kerinduanku menjadi Muslim,” kenang dia seperti dilansir onislam.net, Rabu (20/11).

Aisha mengalami perubahan drastis dalam hidupnya selama menjalani perkuliahan guna mengejar gelar master. Di sana, ia bertemu dengan beberapa Muslim, dan akhirnya menjadi pembimbingnya mencari kebenaran. “Aku tidak pernah benar-benar menerima ajaran Kristen sebagai cara berkomunikasi dengan Allah. Entah mengapa, ketika saya meminta paparan konsep tentang trinitas, tak ada jawaban yang memuaskan,” kata dia.

Selama itu, ia banyak alokasikan waktu untuk berpikir dan merenung. Ini dilakukannya dengan harapan dapat menemukan jawaban yang dicarinya. Lalu muncullah Islam. Aisha tak banyak mengetahui informasi tentang agama ini. Satu hal yang dialami banyak masyarakat Amerika. “Satu hal yang berkesan tentang Islam dan Muslim adalah toleransi. Ini yang mendorongku mempelajari Islam,” kata dia.

Setiap Muslim, kata dia, begitu tanpa beban ketika menjalani rutinitasnya. Mereka dapat melaksanakan shalat di mana pun, termasuk di udara. Mereka membawa dirinya dengan baik.

Setahun berlalu, ia semakin tertarik dengan Islam. Sebuah selebaran tentang ajaran Kristen yang membahas masalah Islam memperkuat ketertarikannya itu. Disebutkan dalam selebarannya itu, populasi Muslim di seluruh dunia mencapai satu miliar. “Yang membuatku terkejut, satu miliar itu bukan orang Arab saja,” kata dia.

Selanjutnya, ia kaji Alquran terjemahan dalam bahasa Inggris selama tiga hari. Kesan yang didapatnya, Islam merupakan cara hidup yang merujuk pada kesimbangan antara keadilan dan rahmat. “Aku memutuskan mencari tahu tentang agama ini,” kata dia.

Niatannya itu membawanya pada pertemuan dengan anggota Asosiasi Mahasiswa Muslim (MSA). Di sana, ia mendapat banyak informasi, baik dari diskusi maupun literatur Islam. “Mereka tidak pernah memaksaku memeluk Islam. Mereka begitu terbuka, hingga aku merasa nyaman,” ucapnya

Tak lama, Aisha pun mengucapkan syahadat. Ia begitu bersemangat melaksanakan shalat dan mengenakan hijab. Ia sadar tak mudah bagi orang lain menerima keputusannya itu. Begitu pula dengan keluarganya. “Tapi Alhamdulillah, Allah Subhanahu Wa Ta’ala mempertemukanku dengan teman-teman yang baik. Kini, hari burukku sebagai Muslim lebih baik ketimbang hari-hari terbaik ketika aku masih non-Muslim,” ucapnya.

( MUKJIZAT ) INI DIA RAHASIA SUNNAH NABI, POSISI TIDUR KEKANAN

foto892
Tidur Sunnah Rosul berbaring kekanan Hadits dari Barra bin ‘Azib ra : Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Jika kalian hendak tidur di pembaringan, berwudhulah seperti wudhu untuk shalat. Kemudian berbaringlah kamu dengan berbaring di lambung kananmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadits ini mengajarkan kepada umat Islam agar berbaring dilambung kanan. Pada saat itu tak ada yang mengetahui apa alasan dibalik sunah tersebut, tetapi kini melalui penelitian yang panjang para ilmuwan berhasil mengungkapkan rahasia di balik anjuran tersebut.

Pada saat kita tidur dalam posisi ini jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Selain itu tidur dengan cara ini akan menenpatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu posisi ini juga sangat baik bagi pencernaan, penelitian menunjukkan saat kita tidur dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan dalam posisi tidur yang lain makanan baru akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam

( Tidur Dengan Menyamping Ke Kiri )

Tidur miring ke kiri ternyata jugalah tidak baik untuk kesehatan, terutama organ jantung. Hal ini dikarenakan saat kita tidur pada posisi ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar, akan menekan kearah paru-paru. Hal ini akan berpengaruh kepada kinerja jantung, terutama kepada orang yang berusia lanjut.

( Tidur Dengan Tengkurap )

Dr. Zafir al-Attar berkata “Seseorang yang tidur dengan cara tengkurap di atas perutnya setelah suatu periode tertentu akan mengalami kesulitan bernafas karena seluruh berat badannya akan menekan ke arah dada yang menghalangi dada untuk merenggang dan berkonstraksi saat bernafas. Hal ini juga dapat menyebabkan terjadinya kekurangan asupan oksigen yang dapat mempengaruhi kinerja jantung dan otak.”

Peneliti dari Australia telah menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian pada anak-anak sebesar tiga kali lipat saat mereka tidur tengkurap dibandingkan jika mereka tidur dengan posisi menyamping.

Sedangkan Majalah “Times” mempublikasikan hasil sebuah penelitian di Inggris yang menunjukan peningkatan tingkat kematian mendadak pada anak-anak yang tidur tengkurap.

Fakta-fakta tersebut sejalan dengan apa yang diajarkan dalam Islam, sebagaimana Abu Hurairah RA meriwayatkan hadits dari Rasulullah SAW bahwa beliau pernah melihat seorang pria yang sedang tidur dengan posisi tengkurap, lalu beliau bersabda, “Sesungguhnya ini adalah cara berbaring yang dimurkai oleh Allah dan Rasul-Nya.” (HR Tirimizi dan Ahmad-hasan lighairihi)

( TELADAN ) HEBATNYA ISTRI NABI AYUB ALAIHISSALAAM

jodoh-cinta-dan-kesetiaan-241902-655x360
Nabi ayub Alaihissalam dahulunya kaya raya, tapi Allah kemudian mengujinya dengan kemiskinan dan penyakit. Namun sang istri tetap setia dan tak kenal penat, meladeni nabi Ayub yang sedang sakit itu dengan segala kasih mesra dan dengan bersusah-payah. Segala kesakitan yang diderita Nabi Ayub, seakan-akan dia sendiri ikut menderitanya pula. Nabi Ayub tetap dihibur dan diladeninya. Hal ini menunjukkan keimanan seorang isteri yang kuat dan teguh. Hari- hari mereka selanjutnya penuh dengan penderitaan, bahkan melonjak lagi, lebih tinggi dan lebih hebat.

Penghinaan dan ejekan pun datang dari orang-orang bekas kawan dan temannva dahulu ketika Beliau masih kaya raya.

Mereka bukan kasihan dan datang menolong, tetapi mereka keberatan bila Nabi Ayub dan isterinya tetap berada di rumahnya dan bertetangga dengan mereka. Mereka bukan hanya merasa jijik saja melihat Nabi Ayub, tetapi juga takut kalau-kalau penyakitnya yang hebat itu dapat menular kepada mereka.

Dengan tidak menaruh perasaan sedikitpun, mereka mendatangi istrinya dan berkata: Kami takut kalau penyakitnya Ayub berpindah kepada anak-cucu kami, sebab itu keluarkanlah Ayub dari sini atau kami akan mengeluarkannya kalau engkau tidak mau mengeluarkannya.

Mendengar ucapan yang kasar dan menyayat perasaan itu, sang isteri yang setia itu tetap tabah dalam tangisnya. Dia mengeluarkan segenap tenaga yang ada padanya, untuk memangku suaminya dan membawanya ke luar kampung dan tinggal di sebuah pondok yang sudah ditinggalkan orang.

Di sanalah Nabi Ayub beserta isterinya menanggungkan derita lahir dan batin, dengan penuh kesabaran dan keimanan yang tidak pernah putus.

Untuk penghidupannya, sang istri terpaksa bekerja memotong-motong roti pada seorang pedagang roti. Setiap petang dia pulang menjumpai suaminya, dengan membawa beberapa potong roti yang dihadiahkan orang kepadanya. Tetapi setelah orang ramai tahu, bahwa itu adalah isteri Nabi Ayub, maka pedagang roti itupun tidak mau dia bekerja lagi sebagai tukang potong roti, karena kawatir jika penyakit Ayub itu menulari roti yang akan dijualnya.

Kerana tidak ada lagi pekerjaan dan makanan, maka beberapa hari lamanya, baik Nabi Ayub dan istrinya tidak makan dan minum sedikitpun. Dan ketika mereka sudah tidak tahan menahan lapar dan dahaga, lalu sang istri minta izin kepada Nabi Ayub untuk pergi berikhtiar mencari makanan dan minuman. Tidak lama kemudian dia pulang kembali dengan membawa sepotong roti dan air minum.

Setelah Nabi Ayub melihat sepotong roti segar yang dibawa isterinya itu, nabi Ayub mengira bahwa isterinya sudah menjual kehormatan dirinya untuk mendapatkan sepotong roti itu. Lalu sang istri menceritakan kepada Nabi Ayub, bagaimana caranya ia mendapatkan roti itu: Aku bukan menjual kehormatan diriku, aku berlindung diri kepada Allah dari segala perbuatan yang menodai diriku. Roti ini aku dapat dengan menukarkan rambutku yang panjang.

Melihat kejadian itu, Nabi Ayub sangat sedih hatinya, lalu dia menangis, bukan menangisi nasibnya, tetapi menangisi rambut isterinya, karena diantara yang paling menarik hatinya terhadap isterinya adalah rambutnya yang panjang.

Maka Berkatalah sang istri: Janganlah engkau menangisi rambutku yang sudah hilang. Rambut itu akan tumbuh kembali dan mungkin akan lebih indah dari yang sudah hilang itu. Demikianlah katanya menghibur suaminya. Mendengar jawapan isterinya itu, Nabi Ayub merasa senang hatinya. Dia kembali bersyukur, bertasbih, bertakbir memuji-muji Allah.

Karena keimanannya kepada Allah dan rasulNya, rahmat Ilahiyah pun akhirnya turun kpd Ayyub dan juga kpd istrinya, yg tidak meninggalkan beliau ketika sakit dan tertimpa musibah.Allah mengembalikan kekayaan dan kesejahteraan kepadanya, seperti semula. Sungguh Allah merahmati istri nabi Ayub, Dan memuliakannya atas kesabarannya bersama suaminya dan membimbingnya kpd kemanisan taat dibawah naungan keridhoan Allah ta`ala.

Sungguh, kisah diatas adalah sarat dgn pelajaran berharga dan ibrah bagi para istri yang memiliki hati nurani, bahwa dunia adalah ladang akhirat. Selain itu, dalam menemani suami tentulah kita perlu untuk melatih diri mengendarai kendaraan sabar, tidak berkeluh kesah atas musibah yg menimpanya, bersungguh2 dalam melaksanakan hak Allah pada dirinya, dan tdk marah terhadap qadha dan takdir yg terjadi.

Percayalah, ketika para suami kita memiliki kelebihan rejeki, Insyaallah akan diberikan kepada kita nantinya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Lihatlah betapa merekapun telah menghabiskan banyak waktunya untuk keluarga, maka untuk siapa lagi mereka memperjuangkan nafkah keluarga kalau bukan untuk kita para istri dan anak- anak kita?

Percayalah bahwa dunia ini memang berputar. Mungkin saat ini kita di bawah, tapi bisa saja suatu saat kita diatas. Dan ketika kita dibawah, itulah justru kesempatan yang diberikan Allah untuk menunjukkan jati diri kita, kualitas kita sebagai seorang istri yang senantiasa mendampinginya. Sehingga kettika tiba waktunya kita harus berada diatas, kepercayaan suami atas kita insyaAllah tidak akan tergantikan.

Semoga Allah menjadikan kaum Muslimah meneladani keutamaan Istri Nabi Ayub, dan tidak berat berbagi kisah ini kepada saudara-saudara seiman yang lain. Mudah-mudahan Allah merahmati kita, Aamiin.

( HIKMAH ) REJEKI KARENA SEBAB, SEMUA DATANG DARI ALLAH

480023_10151370974646840_1690917373_n
Tidaklah pencapaian perusahaan kita yang sukses misalnya, penyebabnya sejauh ini karena saya, mitra saya, teman saya dan karyawan saya. Tetapi semuanya karena pemberian dan titipan yang Allah S.W.T percayakan. Mudah-mudahan kita semua diberi kepercayaan oleh Allah S.W.T untuk membuat semua lebih baik. Bukankah manusia sudah diberikan kepercayaan untuk menjadi kholifah dimuka bumi ini?

Kita sudah diberi Allah S.W.T jatah rejeki tiap harinya. Karena begitu luas dan banyak yang Allah S.W.T persilahkan ambil di bumi ini. Terus kita mau ambil berapa jatah kita perhari? 1 juta? 2 juta? 100 juta?

Kalau emang rejeki, ga kemana. Tapi kalo ga kemana-mana gimana mau dapat rejeki? Sehingga aku bersungguh-sungguh mencari RahmatMU

Aku tahu, jatah rejekiku tidak akan diambil orang lain, sehingga aku bisa tenang mengarungi hidup ini

Aku tahu, pekerjaan ini tida dapat diwakilkan kepada oaring lain, sehingga aku bersungguh-sungguh mengerjakannya

Aku tahu, kematian itu selalu mengintip setiap saat, sehingga aku bersiap-siap menghadapinya

Aku tahu, Allah S.W.T Maha Melihat, sehingga aku malu jika Dia melihatku dalam keadaan bermaksiat

REJEKI tak kemana, rejeki tak pernah salah dan rejeki selalu datang di saat yang tepat. Ya, itulah ungkapan yang umum sering kita dengar. Sebab semua makhluk dibumi ini sudah diatur rejekinya. Jangan khawatir kita kelaparan tak bisa makan, jangan khawatir banyak anak tak bisa kita kasih makan, sebab Allah pasti memberikan kita rejeki.

FIKIH SEORANG GADIS

Hanifah, anak perempuan Imam yang agung, Abu Haifah An-Nu’man, dilamar oleh seorang lelaki dari amirul mukminin, tapi Imam Abu Hanifah tidak menyetujui lamaran ini, lalu dia menyuruh salah seorang muridnya menikahi anak perempuannya?
Imam bertanya kepada muridnya,

“Apakah kau menerima anakku sebagai isterimu?”
nama-nama-istri-muhammadsaw
“Dari mana saya mendapat kemuliaan ini yang mulia,” tanya murid.

“Aku telah menikahkannya denganmu,” kata Imam

“Aku menerimanya,” jawab murid itu.

Imam kemudian menyuruhnya untuk tinggal di rumah sesudah waktu isya, menunggu isterinya. Sesudah salat isya’, imam mengantarkan anak perempuannya ke rumah suaminya.

Pada hari-hari pertama pernikahan, Hanifah mendapati suaminya pergi meninggalkannya untuk mencari ilmu dan mengkajinya. Dia meminta kepada sang suami untuk diperbolehkan salat fajar di belakang bapaknya. Seusai salat fajar, ia menanyakan satu pertanyaan kepada bapaknya,

“Wahai bapakku, aku mengetahui bahwa termasuk hak isteri terhadap suaminya di minggu pernikahan adalah suami melonggarkan waktu khusus untuknya.”

Imam menjawab, “Kau benar, anakku.”

Suaminya memahami maksud dari pertanyaan isterinya kepada imam.

Suami berkata, “Aku paham, aku telah mengurangi hakmu, aku akan memperbaiki kekuranganku itu.”

Sumber: Asyabalunal ‘Ulama (65 Kisah Teladan Pemuda Islam Brilian), Muhammad Sulthan.
MENANGGAPI KOMISI FATWA MUI IZINKAN ABORSI AKIBAT KASUS PERKOSAAN
Komisi Fatwa MUI membolehkan aborsi akibat kasus perkosaan. Fatwa yang dimuat pada harian Republika edisi 19 Mei 2005 ini perlu ditanggapi dan dikaji ulang sesuai dengan norma Islam.
Alasan MUI membolehkan Aborsi:

1. Bila usia janin dalam kandungan belum mencapai 40 hari.
2. Dalam kurun waktu tersebut, diyakini janin dalam kandungan tersebut belum memiliki ruh.
3. Meski dalam kandungan tersebut sudah ada janin, tapi belum ada kehidupan dalam rahim sang ibu.
4. Karena setelah 40 hari, ruh sebagai tanda adanya kehidupan pada janin telah ditiupkan.
5. Karena usia lebih dari 40 hari akan membunuh kehidupan yang sudah ada dalam rahim, sekalipun janin tersebut tumbuh dari hasil perkosaan.
6. Dilandasi pemikiran munculnya kekhawatiran terhadap masa depan anak hasil dari perkosaan, di antaranya penderitaan yang akan ditanggung anak tersebut.

MUI menegaskan bila usia janin sudah lebih dari 40 hari, maka ketetapan fatwa tersebut sudah tidak berlaku lagi.

Untuk mencegah penyalahgunaan fatwa keputusan ini, MUI melakukan dua cara, yaitu:

1. Abosi kasus perkosaan dilaksanakan bila ada keputusan dari sebuah tim yang melibatkan pihak keluarga, dokter, dan ulama setempat, ini untuk memberi keyakinan bahwa wanita tersebut hamil akibat perkosaan.
2. Hanya rumah sakit atau klinik yang telah ditunjuk yang boleh melakukannya. Yang berwenang menentukan nantinya adalah Depkes.

Tanggapan:

Memang sempat terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama fiqh mengenai hukum aborsi, antara lain :

1. Para ulama telah ada ijma`( konsensus ) tentang haramnya abortus sesudah janin bernyawa atau berusia 4 bulan lebih.
2. Sebagian Fuqaha Hanabalah ada yang membolehkan abortus asalkan belum berumur 40 hari, karena ada sebagian riwayat bahwa peniupan ruh terhadap janin itu terjadi pada waktu berusia 40 hari/ 42 hari.
3. Sebelum diberi ruh/ nyawa pada janin ( yaitu sebelum usia 4 bulan ), ada beberapa pendapat:

a. Ada ulama yang membolehkan abortus, antara lain ulama Hanafiyyah, Sebagian ulama Syafi`iyyah dan Hanabalah serta Muhammad Ramli dalam kitab Al Nihayah dengan alasan karena belum ada makluk yang bernyawa.
b. Ada ulama yang memandangnya makruh dengan alasan karena janin sedang mengalami pertumbuhan.
c. Dan, ada pula yang yang mengharamkannya antara lain ulama Malikiyyah, Zhahiriyyah, Sebagian Syafi`iyyah dan Hanabalah, Ibnu Hajjar dalam kitabnya Al Tuhfah dan Al Ghozali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin.

MUI membolehkan aborsi akibat kasus perkosaan jika usia janin dalam kandungan masih belum mencapai 40 hari. MUI mungkin mengambil sebagian pendapat Fuqaha yang membolehkan aborsi sebelum janin berusia 40 hari. Ini adalah sebagian ulama Hanabalah.

Kita hormati fatwa MUI ini, namun yang dikhawatirkan jika fatwa ini dilegalkan dan disebarkan akan terjadi hal- hal yang tidak kita inginkan yaitu merajalelanya aborsi yang disebabkan oleh hamil di luar nikah, kumpul kebo, perkosaan dll, karena fatwa MUI telah membolehkannya bila belum berusia 40 hari. Karena itu, fatwa ini hendaknya dikaji ulang dan dipikirkan sisi manfaat dan madharatnya. Sebagai pertimbangan adalah hal-hal di bawah ini :

4. Karena abortus pada hakekatnya pembunuhan terhadap janin secara terselubung. Padahal Allah melarang membunuh anak. Allah SWT berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.” (Al-Israa’:31)
5. Adanya larangan membunuh anak dalam sebagian hadits.
6. Jika pembolehan aborsi akibat kasus perkosaan ini akan membawa dampak negatif bagi masayarakat, maka mencegah bahaya itu lebih didahulukan dari pada mengambil manfaat. Karena adanya pencegahan aborsi saja, banyak yang masih melakukannya, apalagi kalau didukung dengan adanya fatwa, maka pelakunya diperkirakan akan kian bertambah banyak. Ini sangat berbahaya, karena itu harus dicegah dengan kekuatan hukum. Ada beberapa kaidah fikih. Pertama, Adh-dhararu zuyaalu yang artinya bahaya harus dihilangkan. Kedua, darul mafaasid muqaddam ‘alaa jalbil mashaalih yang artinya menghindari madharat (bahaya) harus didahulukan atas mencari(menarik)
maslahah(kebaikan). Ketiga, irtikaab akhaffu dhararain waajibun yang artinya menempuh salah satu tindakan
yang lebih ringan dari dua hal yang berbahaya itu adalah wajib.
7. Selama ini, satu-satunya jenis aborsi yang dibolehkan di Indonesia hanya satu, yaitu aborsi yang dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan sang ibu, yang dalam istilah kedokteran disebut Abortus provocatus medicinalis.
8. Masalah hukum aborsi dalam kondisi normal, pada dasarnya dilarang dalam syariat Islam, karena bertentangan dengan prinsip kemanusiaan, normal sosial, risalah agama untuk memperbanyak keturunan yatu terhitung sejak bertemu sel sperma laki-laki dengan sel telor perempuan yang menghasilkan makluk baru dalam rahim sang ibu. Makluk baru ini harus dihormati, meskipun ia hasil dari hubungan yang haram seperti zina. Pendapat ini merupakan pendapat mayoritas Ulama. Hal ini berdasarkan hadits di mana Rasulullah memerintahkan kepada seorang wanita dari suku Ghomidiyyah yang memohon kepada beliau mensucikannya dengan hukuman rajam, agar menunggu sampai melahirkan anaknya, kemudian setelah itu ia disuruh menunggu sampai anaknya tidak menyusui lagi, baru kemudian dijatuhi hukuman rajam. Hal ini menunjukkan bagaimana seorang manusia sangat dihormati keberadaannya, kendati dia hasil perzianaan. Karena bayi yang terlahir tidak akan menaggung dosa apapaun dari perbuatan orang lain, termasuk ibu dan bapak “biologis” nya.
9. Dalam sejarah ada seorang panglima perang pada masa Muawiyyah menjabat sebagai kholifah yang bernama Ziyad Ibnu Abihi (anak ayahnya). Dia disebut dengan nama demikian karena ibunya tidak pernah mengungkapkan siapa ayahnya yang sebenarnya hingga akhir hayatnya. Walau demikian, dia mendapat kedudukan yang tinggi dalam bidang ketentaraannya dan namanya sangat harum di kalangan pahlawan dan pejuang Islam yang berjihad di jalan Allah. Dan bisa mendapatkan tempat yang begitu mulia, padahal ayahnya tidak pernah di ketahui. Wallahu A`lam.
10. Berdasarkan KUHP pasal 299, 346, 348, dan 349 negara melarang abortus, termasuk menstrual regulation dan sanksi hukumannya lebih berat, bahkan hukumannya tidak hanya ditujukan kepada wanita yang bersangkutan, tetapi semua orang yang terlibat kejahatan ini dapat dituntut, seperti dokter, dukun bayi, tukang obat, dan sebagainya yang mengobati atau yang menyuruh atau yang membantu atau yang melakukan sendiri.
11. Prof. Drs. H. Masjfuk Zuhdi berkata, “Aborsi yang benar-benar atas indikasi medis dapat dibenarkan, seperti janin yang cacat genetik yang kalau lahir kelak sulit disembuhkan. Dan apabila tanpa indikasi medis, maka aborsi merupakan perbuatan yang tidak manusiawi, bertentangan dengan moral agama dan mempunyai dampak negatif berupa dekadensi moral terutama di kalangan remaja dan pemuda, sebab legalitas abortus dapat mendorong keberanian orang untuk melakukan hubungan seksual sebelum nikah (free sex atau kumpul kebo).”
12. Mahmud Saltut, eks Rektor Universitas Al Azhar Mesir berkata, “Bahwa sejak bertemunya sel sperma dengan ovum, maka pengguguran adalah suatu kejahatan dan haram hukumnya, sekalipun si janin belum diberi nyawa, sebab sudah ada kehidupan pada kandungan yang sedang mengalami pertumbuhan dan persiapan untuk menjadi makluk baru yang bernyawa bernama manusia yang dihormati dan dilindungi eksistensinya. Dan makin jahat dan makin besar dosanya, apabila pengguguran dilakukan setelah janin bernyawa, apalagi sangat besar dosanya kalau sampai dibunuh atau dibuang bayi yang baru lahir dari kandungan. ”
13. Imam Al Suyuti berkata, “Abortus itu merusak atau menghancurkan janin calon manusia yang dimuliakan Allah, karena ia berhak tetap survive dan lahir dalam keadaan hidup, sekalipun eksistensinya hasil dari hubungan yang tidak sah (di luar pernikahan yang sah). Sebab, menurut Islam, setiap anak lahir dalam keadaan suci (tidak ternoda).” Wallahu A`lam

Demikian tanggapan ini dibuat dengan pertimbangan yang matang berdasarkan Al-Quran, hadits, kaidah fikih, qaul ulama, dan kitab KUHP tentang larangan aborsi serta berdasarkan pertimbangan akal yang sehat. Besar harapan agar fatwa MUI “izinkan aborsi akibat kasus perkosaan” ini dikaji ulang kembali. Dan manakala setelah dikaji ulang fatwa ini membawa dampak yang lebih negatif bagi masyarakat, hendaknya fatwa ini dicabut dan diganti dengan yang sebaliknya yaitu pelarangan aborsi yang disebabkan hamil karena kasus perkosaan. Dan, bila fatwa ini membawa manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dari pada madharatnya, maka fatwa ini tetap dipertahankan tidak jadi soal, asalkan syarat- syarat yang ketat tentang pembolehannya tetap diaplikasikan dan sekali-kali jangan dilanggar. Karena adanya larangan aborsi saja, aborsi tetap berjalan. Apalagi bila aborsi akibat perkosaan diizinkan dan dilegalkan, dikhawatirkan aborsi akan semarak dan ramai-ramai dilakukan oleh orang banyak. Wallahu A`lam bish shawab. Nas alullaha at taufiq was sadaad.

Bahan bacaan yang lain :

14. Fiqh Kontemporer, Dr. Setiawan Budi Utomo.
15. Dialog Dengan KH. Sahal Mahfudh.
16. Qararat Majma` Al Fiqh Al Islam.
17. Seratus Masalah Agama, KH. Syafi`I Hadzami.
18. Kitab Jami` `Ulum al Hikam.
19. Fatwa kontemporer dan Al Halal Wa Al Haram, Dr. yusuf Al Qardhowy.

( TADABUR ) SHALAT DIBENERIN SEMOGA RIZKI DILANCARIN

Keajaiban-Rezeki
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaahaa: 132)

Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan riwayat yang menunjukkan bahwa shalat dalam ayat di atas adalah shalat malam. Kemudian beliau berkata, “Yakni apabila kamu tegakkan shalat maka rizki akan datang kepadamu dari jalan yang tak pernah kamu sangka-sangka.”

Benerin sholat dengan mengenal adab-adabnya, diawal waktu kemudian berjamaah dimasjid bagi kaum adam, dan dirumah bagi kaum hawa. Jaga kekhusyu’an dan dihayati dalam kehidupan sehari-hari, diperhatikan nilai-nilai Islam yang dibentengi dengan sholat, jangan lupa ditambah sholat-sholat sunnah sebagai penyempurna yang sholat wajib.

( SHOLAWAT ) RAHASIA AHLAK NABI MUHAMMAD SAW DAN SERUAN TAUHID

islamic timeline cover Isra Miraj Lailat al Miraj muhammads night journey jashan e meraj un nabi happy lailat al miraj meca muhammad ascension arbaic facebook timeline cover photo for fb profile10
Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam merupakan sosok manusia paripurna. Beliau memiliki akhlak agung yang tiada tandingannya. Karena akhlaknya, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dicintai dan dihormati segenap kalangan. Tua-muda, laki-perempuan semua sangat terkesan dengan pribadi agungnya. Kemuliaan kepribadian Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bukan baru hadir setelah beliau diangkat Allah menjadi Nabi. Bahkan sejak masa jahiliyah masyarakat musyrik Quraisy Mekkah menjuluki beliau dengan ”Al-Amin” (laki-laki terpercaya). Hal ini bahkan diabadikan di dalam firman Allah:

:وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

’Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qolam ayat 4)

Namun siapapun yang mengenal sejarah hidup Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pasti tahu bahwa dalam hidupnya beliau juga memiliki musuh. Dan tidak sedikit di antaranya yang sedemikian benci kepada Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sehingga berniat membunuh manusia mulia ini. Sehingga muncullah suatu pertanyaan di dalam benak fikiran kita.

Jika akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam diakui sedemikian mulia, lalu mengapa beliau masih mempunyai musuh? Mengapa masih ada manusia yang berniat membunuhnya jika semua orang sepakat bahwa akhlak beliau sedemikian mengagumkan?

Hal itulah yang dinamakan dengan ”Al-Aqidah” atau keimanan. Siapapun orang yang memusuhi Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam pastilah orang yang tidak suka dengan ajaran aqidah atau keimanan yang dibawakannya. Mereka tidak bisa memungkiri kemuliaan akhlak Nabi shollallahu ’alaih wa sallam, namun mereka sangat tidak suka dengan ajaran aqidah Tauhid yang Nabi shollallahu ’alaih wa sallam da’wahkan kesana-kemari.

Sebab menurut mereka, ajaran Tauhid mengancam eksistensi ajaran mereka.

Ajaran mereka, yaitu kemusyrikan, menyuarakan eksistensi banyak ilah (tuhan), sedangkan ajaran aqidah Tauhid menegaskan hanya ada satu ilah di muka bumi yaitu Allah Subhaanahu wa Ta’aala. Lalu seseorang yang berikrar syahadat Tauhid diharuskan mengingkari eksistensi berbagai ilah lainnya untuk hanya menerima dan mengakui Satu ilah saja.

Sehingga dalam catatan Siroh Nabawiyyah (sejarah perjuangan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam) kita sempat menemukan bagaimana paman Nabi, yakni Abu Tholib, diminta oleh para pemuka Musyrik Quraisy untuk melobi Nabi shollallahu ’alaih wa sallam agar mau menghentikan seruan da’wah Tauhid-nya dengan imbalan apapun yang diinginkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam. Tetapi apa jawaban Nabi shollallahu ’alaih wa sallam terhadap permintaan mereka?

”Demi Allah, hai Pamanku…! Jika mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, dengan maksud agar aku meninggalkan urusan ini, maka saya tidak akan melakukannya, sampai Allah memenangkannya atau aku hancur dalam melaksanankannya…!”

Pada dasarnya seruan Tauhid inilah seruan abadi para Nabi dan Rasul utusan Allah. Umat manusia sepanjang zaman didatangi oleh para Nabi dan Rasul secara bergantian dengan membawa misi mengajak manusia agar menghamba semata kepada Allah dan menjauhi Thoghut.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

’Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”. (QS An-Nahl ayat 36)

Sebelum para Nabi dan Rasul mengajarkan apapun, mereka senantiasa mendahulukan pengajaran akan hakikat fundamental pengesaan Allah. Tiada gunanya segenap amal-sholeh dan amal-ibadah diajarkan kepada manusia jika tidak dilandasi sebuah pemahaman sekaligus keyakinan mendasar akan keesaan Allah.

Bahkan Al-Qur’an menggambarkan bahwa hakikat kebencian kaum kafir hingga tega menyiksa sesama manusia lainnya ialah dikarenakan manusia lain itu memiliki keimanan akan keesaan Allah semata.

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ

”Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mu’min itu melainkan karena orang-orang mu’min itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.” (QS Al-Buruuj ayat 8-9)

Inilah hakikat permusuhan dan konfrontasi di dunia. Permusuhan yang sesungguhnya ialah permusuhan karena pertentangan aqidah bukan yang lainnya. Seorang mu’min sepatutnya menyadari bahwa Nabi kita yang mulia akhlaknya itu tidak pernah dibenci lantaran akhlaknya. Namun setiap bentuk kebencian dan permusuhan yang diarahkan kepada beliau senantiasa bertolak dari ketidak-relaan manusia untuk menerima sekurang-kurangnya mentolerir keberadaan aqidah Tauhid yang diajarkan Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam.

Maka sudah sepantasnya kita selalu introspeksi dan evaluasi diri. Jika dalam kehidupan ini kita ternyata dimusuhi manusia, maka jangan bersedih dulu. Sebab Nabipun pernah dimusuhi. Namun selanjutnya kita perlu lihat, apakah manusia memusuhi kita lantaran akhlak kita atau aqidah kita. Jika ternyata kita dibenci lantaran akhlak kita, maka sudah sepatutnya kita ber-istighfar dan memperbaiki diri.

Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam tidak pernah dibenci manusia lantaran akhlaknya. Namun jika kita dibenci lantaran aqidah kita, maka sepatutnya kita bersyukur dan bersabar.

Sebab Nabi shollallahu ’alaih wa sallam dan para sahabatnya-pun dibenci karena aqidahnya. Itupun dengan satu catatan, yaitu kita selama ini memang sudahterus-menerus berusaha meluruskan dan mengokohkan aqidah Tauhid kita setiap hari. Semoga saudaraku…

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS Ali Imran ayat 139)

Ternyata, Manusia Tidak Ada Apa-apanya

sperma-ilustrasi-_110819000915-157
Amukan gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumatera Utara (Sumut) mestinya menyadarkan kita. Betapa keadaan dapat berubah dalam waktu sekejap menurut kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Akal kita tidak mampu mencerna bagaimana peristiwa itu bisa terjadi dalam waktu begitu cepat. Manusia disapu oleh gelombang tanpa memilih bulu, ibarat kotoran yang tumpah dari bak sampah lalu hanyut ke muara. Subhanallah.

Dulu, gelombang tsunami hanya menimpa Jepang dan sekitarnya. Kini, gelombang yang mematikan itu melebar sampai ke daerah-daerah seperti Aceh, yang akhir-akhir ini memang selalu dirundung duka. Peristiwa gelombang tsunami adalah peristiwa yang sulit dianalisis sehingga sangat tepat dijadikan pelajaran berharga.
Bukti Kekuasaan Allah

Untuk mengetahui bukti kekuasaan Allah, kita tidak perlu jauh-jauh mencari. Apa yang ada pada diri manusia sudah cukup. Manusia terbentuk dari hasil pertemuan benih dari laki-laki (sperma) dengan bibit dari perempuan (ovum). Prosesnya untuk sampai ke tingkat terjadinya seorang manusia, sangatlah rumit. Ia tersimpan dan terproses dalam sebuah rahim yang dilengkapi dengan plasenta. Dari alat itu, Allah menyalurkan makanan bagi janin sampai pada usia yang siap untuk lahir. Sebuah proses yang sangat sempurna.

Allah juga menciptakan bibit-bibit perwatakan dan karakternya. Setelah lahir, orangtua hanya bertugas memelihara dan menjaga demi lebih sempurnanya bibit-bibit kehebatan yang dimilikinya seperti kecerdasan, kegagahan, kecantikan, dan lain-lain. Tidak mengherankan kalau keberadaan seseorang dapat menunjukkan kelebihan-kelebihan, karena di dalam dirinya memang Allah telah menyiapkan potensi itu.

Seorang dapat menggemparkan dunia dengan penemuannya. Penemuan itu dapat mempermudah manusia melakukan pekerjaan yang sebelumnya memerlukan waktu dan tenaga yang banyak. Contohnya membuat komputer dan telepon seluler. Juga membuat rumusan-rumusan yang mempermudah orang merancang dan mendesain bangunan, mesin, dan sebagainya.

Juga tidak sedikit orang yang berjaya dengan kecantikan dan kegagahannya. Tampilan wajahnya dipajang sebagai bintang iklan dan diminta menjadi pemain sinetron. Dari bagian fisik lainnya, misalnya kaki, pemain sepakbola terbaik dunia tahun 2004, Ronaldinho, bisa memperoleh penghasilan Rp 7 milyar per bulan. Ia bisa membuatkan sebuah istana untuk ibunya. Ada juga yang memanfaatkan potensi suara yang merdu untuk meraih popularitas dan keuntungan materi dengan menyanyi. Masih banyak lagi contoh yang dapat dikemukakakan sebagai bukti kehebatan potensi yang diberikan Allah kepada manusia.

Allah juga pernah menciptakan manusia-manusia yang punya kemampuan fisik luar biasa. Milsanya Kaum ‘Ad dan Tsamud yang mampu memahat batu gunung yang begitu keras menjadi rumah tempat tinggal yang lengkap dengan pintu, jendela, dan kamar-kamarnya. Mereka juga mampu membuat bendungan raksasa dengan menggunakan batu-batu besar yang diangkat dengan tangan. Sebagaimana firman Allah:

“Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin.” (Asy-Syu’araa’: 149)

Sosok manusia super lainnya yang pernah mewarnai sejarah adalah Fir’aun. Kekuasaannya luar biasa sampai ia sangat yakin bahwa dirinyalah yang maha kuasa. Ia melihat, semua orang tunduk di bawah telunjuknya dan merayap di hadapannya.

Ada pula nama Qarun. Dengan kekayaannya yang melimpah, sebagaimana digambarkan di dalam Al-Qur’an, kunci-kunci gudangnya saja tak mampu digendong oleh seekor unta yang gemuk.

Haman, orang yang memiliki kepintaran mengagumkan dan sangat mahir merancang bangunan. Dia mampu meramal dan memprediksi kejadian 1000 tahun mendatang. Dia pula yang membangun pencakar langit pertama buat Fir’aun untuk mencari Tuhan.

Sungguh Lemah

Di tengah kemampuan-kemampuan hebat yang dimiliki manusia, banyak yang tidak menyadari bahwa semua karunia yang diberikan itu tidak lain hanyalah ujian. Mampukah manusia memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya dengan baik, atau sebaliknya?

Banyak orang hanya terjebak mengurus muka dan kulitnya demi melestarikan kecantikannya. Tak sedikit yang mengalami stress karena diliputi kekhawatiran bakal pudarnya kecantikan muka dan kemulusan kulit yang dibangga-banggakannya. Mereka juga khawatir kulitnya akan keriput diterpa mentari dan diseret oleh masa, serta kaburnya mata yang selama ini menyihir orang untuk memuja-mujanya. Padahal perubahan itu adalah suatu keniscayaan.

Penting disadari bahwa semua itu hanyalah pinjaman sementara yang dalam waktu tak lama akan dikembalikan kepada Yang Punya. Apa kita mampu memanfaatkannya dengan baik, sesuai dengan amanah yang meminjamkan? Ini masalahnya.

Dengan melihat kejadian-kejadian di masa lampau, seperti banjir yang pernah menimpa manusia di zaman Nabi Nuh ‘alaihissalaam, gempa dahsyat yang memporak-porandakan kaum ‘Ad dan Tsamud, kaum Luth, dan badai yang meratakan dengan tanah kaum Nabi Saleh, nampak sekali bahwa manusia sangat lemah dan tidak berdaya menghadapi kekuasaan Allah. Sedikit pun tidak ada kemampuan membendungnya. Padahal kekuatan fisik orang-orang dulu jauh lebih kuat dan kekar dibanding orang sekarang.

Kejadian pada hari Ahad pagi, 26 Desember 2004 yang lalu di NAD dan Sumut memperlihatkan kepada kita betapa dahsyatnya peristiwa itu. Manusia tanpa daya dan kekuatan disapu oleh air, ibarat sampah yang dihanyutkan ke laut.

Bangunan-bangunan porak-poranda, baik yang terbangun dari beton bertulang maupun hanya terbuat kayu. Akal manusia tidak dapat mencerna bagaimana jalannya kejadian itu. Semua kecerdasan, pengalaman, serta kemampuan analitis tidak dapat digunakan untuk menghindarinya.

Satu-satunya jalan hanya mengembalikan kepada Allah dan mengambil pelajaran berharga lewat kejadian itu. Cara itulah yang akan mendatangkan manfaat buat kita, agar perjalanan kita ke depan semakin sarat dengan muatan kesadaran akan kekuasaan Allah dan akan kelemahan kita di hadapan Yang Maha Kuasa.

Mari kita terus meningkatkan keyakinan bahwa Allah tidak pernah tidur, sehingga tidak ada yang luput dari pantauan-Nya. Ataukah kita masih senang berlalai-lalai dan berleha-leha? Tidak ada yang dapat menjawabnya selain diri kita sendiri.

Shalat dan Otak Manusia

sholat utama
Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia),sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)”. Hadist RiwayatTabrani.

Sholat itu Bikin Otak Kita Sehat” Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah’ (Q.S Al Kautsar:2)

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya.

Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????

Seorang Doktor di Amerika ( Dr. Fidelma) telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.

Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membukasebuah klinik yang bernama “Pengobatan Melalui Al Qur’an” Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akkhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang iwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah.

Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam “sepenuhnya” karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

Kesimpulannya :
Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan Secara lebih normal.

Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.